Assalamualaikum Wr. Wb. hai semua apa kabar? baik? sehat? hatimu sehat? Masa kecil, apa yang pertama kalian pikirkan saat mendengar 2 k...

Kecil tapi Bahagia

23.41 Unknown 0 Comments

Assalamualaikum Wr. Wb.

hai semua apa kabar? baik? sehat? hatimu sehat?

Masa kecil, apa yang pertama kalian pikirkan saat mendengar 2 kata tersebut? Main layangan sampai kulit hitam? Main kelereng sampai jari tangan lecet?

Saya mau cerita sedikit tentang Masa Kecil yang penuh Kebahagiaan tanpa syarat.




Dulu saat kita kecil mungkin masih banyak yang memainkan mainan tradisional seperti:


Main Kelereng
Untuk permainan Kelereng yang wajib kita punya pastinya Kelereng terlebih dahalu haha dan kedua kita harus berlatih cara meluncurkan kelereng untuk mengenai kelereng yang menjadi taruhan teman sepermainan. Kita mempunyai rasa bangga tersendiri saat kita memiliki lebih banyak Kelereng dari pada teman kita yang Lainnya.

Egrang
Permainan ini membutuh skill khusus, yaitu berani jatuh dan berani lecet-lecet diseluruh badan. Karena kita akan berjalan dengan bambu yang buat sedemikian rupa supaya bisa dinaiki dan dihentakkan untuk berjalan. And this game so funny but dangerous.

Mercon Bambu

Mercon yang satu ini adalah faforitku saat kecil dulu. Terbuat dari bambu tua yang dilubangi semua bagian yang tertutup sekat dan dibagian salah satu ujung diberi lobang kecil untuk kita memicu ledakan dengan api. Mercon buatan seperti ini kebanyakan hanya ada saat Bulan Ramadha, tujuan untuk menunggu Adzan Magrib. And this game so funny but dangerous too.

Masih banyak permainan dimasa kecil yang terkadang membuat kita rindu untuk memainkannya kembali. Namun faktor umur berkehendak lain, kit atidak bisa lagi memainkan semua mainan tersebut karena sudah tidak sepantasnya lagi kita yang memainkan. 

Tapi yang membuat saya sedih adalah para Penerus generasi bahagia dimasa kecil kita sudah tidak berminat pada mainan tradisional. Penyebabnya adalah Gadjet yang banyak dari orang tua mereka berikan untuk membuat mereka lebih baik bermain di dalam rumah dari pada di luar rumah supaya orang tua mereka lebih mudah untuk mengawasi. Hal ini bagiku salah besar, seharusnya anak kecil diberi kebebasan untuk bermain di luar rumah supaya mereka bisa melatih saraf motorik dan membuat mereka lebih kreatif. Apalagi untuk anak laki-laki, bagiku anak laki-laki yang setiap sore dihari indahnya selalu pulang dengan lumpur di badannya itu adalah laki-laki yang akan tumbuh menjadi pribadi yang sederhana dan lebih bisa menghargai sebuah hal yang dia mereka. Karena dengan bermain dengan teman di luar sana kita bisa tahu bahwa tidak semua teman kita bisa seberuntung kita.

Meskipun saya sekarang juga merasakan keuntungan dari Gadjet tapi setidaknya saya pernah merasakan nikmatnya diomeli Ibu saat pulang dengan badan penuh lumpur dengan Layangan dibelakang punggung dan punya banyak hal yang ingin diceritakan setelahnya.

Mohon maaf bila ada dari kalimat saya yang menyinggung. Ini hanyalah candaan serius ._.
Jika ada kekurangan mohon diberi saran, dan jika ada kelebihan tolong disebarkan ._.

0 Komentar:

Mohammad Kholili. Diberdayakan oleh Blogger.